Powered by Blogger.

Friend-Zoned...

Buenos dias, World...

Akhirnya sempet juga gw apdet ni blog lagi. Maklum, Bang Rio Dewanto ngajakin maen mulu, hehehe :p.

    Okey then, setelah bingung mau nulis soal apa, akhirnya buat tulisan kali ini gw mau coba tema yang sedikit lebih " ringan ". Kalo biasanya gw cuma curhat soal masalah pribadi, maka sebagai seorang calon  penulis yang pengertian, gw mau mencoba buat lebih peka akan masalah yang terjadi sama orang-orang di sekeliling gw *Tsahhhh.

    And finally, berdasarkan hasil curhatan gw sama Pak H. Makmur, gw memantapkan diri buat nulis soal salah satu problema hidup remaja yang lagi marak terjadi belakangan ini, yaitu " Friend-Zoned ".
Apa?? Lo ga' tau apa itu Friend-Zone?? Well, mungkin banyak dari para pembaca sekalian ( ceilee... ) yang masih bingung apa itu Friend-Zone



   kalo ada di antara lo yang ngerasa tu istilah keren banget, percaya deh, it won't feel that way if you're going through it....

    Okey, let's make a simple example of what Friend-zone is. Pernah ga' kalian ngalamin perasaan dimana kalian memiliki rasa ketertarikan sexual buat lawan jenis ( sesama jenis juga boleh lah,, *ehhh ), tapi waktu kalian nyoba buat ngutarain perasaan kalian itu si " Target " justru bilang



















Is it clear enough for you??

    Yups, Frien-Zoned adalah kondisi dimana seseorang ga' nganggep lo   " lebih " dari seorang temen dan secara sexual sama sekali ga' tertarik sama lo. Well, kadang rasanya emang bikin jengkel level Dewa Emperor. Tapi sebagian besar orang yang ngalamin hal ini mikir " Daripada ga' sama sekali ". Mereka yang terjebak di situasi ini kebanyankan nyoba buat nyemangatin dirinya sendiri, ada juga yang langsung desperate begitu tau perasaaannya bertepuk sebelah tangan ( ga' tau yang sebelahnya lagi di tepuk pake apa -,-" ).

    Dalam kasus Friend-Zoned, biasanya lebih sering terjadi sama cowok. Entah karena cewek emang lebih resistable sama kondisi ini atau emang salah satu kutukan buat kaum cowok, terutama yang di kutuk jadi Jomblo Absolut ( bukan gw, ya :p ).

    Banyak kasus kita lihat dimana cewek ngerasa susah banget buat nemuin pasangan hidup yang sesuai kriterianya. Oke, gw punya jawaban singkat buat masalah itu. And the answer is:



    See, that's your man, Babe... They're all traped in
 " Friend-Zone ", where you put them. Entah kenapa cewek lebih suka memasukkan cowok-cowok yang sesuai sama kriteria mereka dalam jajaran " SeorangSahabat Dekat Cewek " daripada " Seorang Yang Menarik Secara Sexual ". Anehnya, setelah semua itu mereka tetep aja nanyain, " Dimana bisa gw dapetin cowok yang sesuai kriteria gw? ".


    Ke random-an cewek itu ngebuat populasi cowok baek-baek ( Kaya' gw ) seolah ga' terlihat. Pernah denger istilah " Cowok tuh kalo ga' brengsek, ya homo "?. Okey, jadi secara garis besar cewek lebih suka memasukkan cowok baik-baik ke kriteria yang mereka sebut " HOMO ". Padahal kenyataannya, seringkali cowok ngerasa jengkel kalo cewek yang mereka suka malah bilang


    Dalam hatinya, setiap kali cewek yang mereka suka ngomong begitu, pasti mereka bakal bergumam " kenapa bukan gw aja sekalian, you mangkiii !!! ". Dan yang lebih aneh, cewek lebih suka ngejalin hubungan percintaan sama cowok cuek yang jarang merhatiin mereka, sehingga berdasarkan survei, beginilah cara efektif buat ngedapetin perhatian seorang cewek


   Okey, so for you guys who's trying to get attention from your crush, just start to ignore her. Cara " Baik " lain yang lo pake cuma bakal ngebuat lo keliatan begini di mata cewek:

Ilustrasi
Nyesek kan?? apalagi kalo ending dari semua usaha keras lo malah jadi begini 

Saran gue, emang lebih baik lo tunjukin dari awal ketertarikan lo secara sexual sama cewek yang lo suka, or you'll end up in a such a random situation

    Mau ngelanjutin cuma bikin sakit hati + nyesek, tapi mau lo mau udahin, lo-nya udah terlajur sayang dan nyaman sama tuh cewek. Sucks, right?? Tentunya semua orang mau kisah hidup, terutama kisah percintaannya Happy Ending, kaya' gambar ini 

    It's not like i'm faulting on people who's Friend-Zoned, kadang gw juga ngalamin hal kaya' gitu, ko'. Lo emang ga' bisa ngarepin semua hal yang lo mau buat berjalan sesuai keinginan lo. But life is just a cycle of " starts " and " stops ". Lo harus tau kapan saatnya lo harus bertahan, dan kapan saatnya lo harus " mengakhiri " dan " memulai " sesuatu yang baru. Well, kata anak muda sekarang si' Move On.

    In final caption, gw cuma mau bilang,  Apapun hubungan yang lo jalanin, kalo emang lo ngerasa Dia adalah orang yang penting buat lo, just keep fighting for it . Gw ga' pernah percaya sama ungkapan " Berkorban demi cinta ", karena yang bener tuh " Berjuang demi cinta ". Cuma pejuang cinta sejati yang tau harga dari cinta sejati itu sendiri, dan cuma mereka juga yang tau arti dari kebahagiaan dari perjuangan mereka. So, daripada lo diem dan meratapi nasib, mending lo bangkit dan berlari buat ngejar harapan lo.

  Well, i guess that is for now... Gw mau ada acara ke tempat nun jauh di mato, hehehe. But just for info, kemungkinan buat tulisan gw selanjutnya gw mau ngangkat tema " Secret Admirer ". Buat pembaca yang mau ngasih kalimat pengandaian buat secret admiring, gw tunggu reply-nya ;).

0 comments :

Post a Comment