Powered by Blogger.

Friend-Zoned...

Buenos dias, World...

Akhirnya sempet juga gw apdet ni blog lagi. Maklum, Bang Rio Dewanto ngajakin maen mulu, hehehe :p.

    Okey then, setelah bingung mau nulis soal apa, akhirnya buat tulisan kali ini gw mau coba tema yang sedikit lebih " ringan ". Kalo biasanya gw cuma curhat soal masalah pribadi, maka sebagai seorang calon  penulis yang pengertian, gw mau mencoba buat lebih peka akan masalah yang terjadi sama orang-orang di sekeliling gw *Tsahhhh.

    And finally, berdasarkan hasil curhatan gw sama Pak H. Makmur, gw memantapkan diri buat nulis soal salah satu problema hidup remaja yang lagi marak terjadi belakangan ini, yaitu " Friend-Zoned ".
Apa?? Lo ga' tau apa itu Friend-Zone?? Well, mungkin banyak dari para pembaca sekalian ( ceilee... ) yang masih bingung apa itu Friend-Zone



   kalo ada di antara lo yang ngerasa tu istilah keren banget, percaya deh, it won't feel that way if you're going through it....

    Okey, let's make a simple example of what Friend-zone is. Pernah ga' kalian ngalamin perasaan dimana kalian memiliki rasa ketertarikan sexual buat lawan jenis ( sesama jenis juga boleh lah,, *ehhh ), tapi waktu kalian nyoba buat ngutarain perasaan kalian itu si " Target " justru bilang

















After A Long Break... Curhat Again

    Eh, busett... Gw udah lama juga ya ga' apdet nih blog, ampe hampir lupa kalo gw punya blog Hehehe '
Bai de wai, selama beberapa lama gw ga' lagi nge-blog banyak banget yang mau gw certain. Especially about  farewell sahabat deket gw, Vio.

   It's sad, but everyone should admit that where there's a meet, there will be also a separation. Yap, yang namanya perpisahan pasti ada di belakang setiap pertemuan. Yang ngebedain cuma, apa dan kapan lo bisa ketemu lagi. Khusus buat Vio, dia ini temen gw dari jamannya gw masih SMP. Saat itu gw terbilang masih unyu-unyu banget ~skip aja kalo ga' mau muntah. Well, you could say that we're a solid buddy since the first sight ( ceilee... ). Buat yang pernah baca postingan lama gw, inget tragedi waktu gw pertama kali ketemu sama mantan gw di postingan pertama gw ? Vio itu salah satu sahabat mantan gw yang paling deket sama gw dari awal ketemuan. Anaknya pendiem, tapi lucu plus bikin gemes. Beda sama gw yang walaupun waktu itu sama-sama pendiem tapi lebih sering bikin orang pengen nampol -,- .

    Okey, back to our main topic.... It's always hard to let people that you trully love go, even for a small distance. Yeah, i feel it... Setelah sekitar 6 tahun gw ga' ketemu sama dia *sama sahabat-sahabat gw yang laen jg sih*, amazingly, we still have the chemistry of a best friend since the first moment we meet again :). It's strange how a solid relationship will hold on through times, and never change even miles apart....

    I've lost many things in my life, but loosing a person who really meant for you, always be the hardest of all. Gw kehilangan banyak banget hal yang penting waktu Ai, mantan gw pergi. Gw kehilangan sosok musuh bebuyutan, sekaligus sahabat terbaik yang paling bisa ngertiin gw, juga guru paling hebat yang pernah gw kenal. She taught me everything that built me as i am now.

    And i still figured out, when someone said " I'll be OK for letting my beloved go, I'm ready for it ". Menurut gw, orang yang bisa ngerasa baik-baik aja dan siap waktu kehilangan orang yang bener-bener penting buat mereka pasti orang paling hebat di bumi. Alasannya ? Karena sampe sekarang, gw ga' bisa kaya' gitu.... Gw ga' pernah bisa siap buat kehilangan sesuatu, apalagi seseorang yang bener-bener penting buat gw. Ga' peduli selama dan sekeras apapun usaha yg gw lakuin, Separation always hard to accepted.