Buenos dias, World...
Akhirnya sempet juga gw apdet ni blog lagi. Maklum, Bang Rio Dewanto ngajakin maen mulu, hehehe :p.
Okey then, setelah bingung mau nulis soal apa, akhirnya buat tulisan kali ini gw mau coba tema yang sedikit lebih " ringan ". Kalo biasanya gw cuma curhat soal masalah pribadi, maka sebagai seorang calon penulis yang pengertian, gw mau mencoba buat lebih peka akan masalah yang terjadi sama orang-orang di sekeliling gw *Tsahhhh.
And finally, berdasarkan hasil curhatan gw sama Pak H. Makmur, gw memantapkan diri buat nulis soal salah satu problema hidup remaja yang lagi marak terjadi belakangan ini, yaitu " Friend-Zoned ".
Apa?? Lo ga' tau apa itu Friend-Zone?? Well, mungkin banyak dari para pembaca sekalian ( ceilee... ) yang masih bingung apa itu Friend-Zone
kalo ada di antara lo yang ngerasa tu istilah keren banget, percaya deh, it won't feel that way if you're going through it....
Okey, let's make a simple example of what Friend-zone is. Pernah ga' kalian ngalamin perasaan dimana kalian memiliki rasa ketertarikan sexual buat lawan jenis ( sesama jenis juga boleh lah,, *ehhh ), tapi waktu kalian nyoba buat ngutarain perasaan kalian itu si " Target " justru bilang





