Bingung mau nulis apa di thread pertama ini, akhirnya setelah berpikir susah payah dan bersemedi Gunung Kawi selama sekitar 15 menit ( maaf, gw orangnya bosenan.. ), gw mutusin buat memulai semuanya dengan perkenalan aja... Kan ada pepatah, " tak kenal maka tak sayang "-klo dah sayang pasti ga bisa ngeluapain muka gw yang imut kronis ini ( narsis dikit lah... hehehe ).
Jadi begini ceritanya.... Ehemmm
Alkisah pada suatu hari lahirlah seorang pangeran yang cool, lucu, imut, bersahaja, baik hati serta tidak sombong ( kalee.. ) di sebuah kerajaan yang bernama Town Rang ( Lama kemudian menjadi Tangerang ).
Pangeran tersebut terlahir di dunia yang indah ini dengan selamat dan dalam keadaan yang sehat, cute dan imut ( katanya si.. ) pada tanggal 1 bulan Agustus tahun 1990, pada hari Rabu Legi tanpa cacat sedikitpun
( alhamdu...lillah ) di atas spring bed sebuah rumah sakit di daerah Barat ( Jakarta Barat lengkapnya ).
( alhamdu...lillah ) di atas spring bed sebuah rumah sakit di daerah Barat ( Jakarta Barat lengkapnya ).
Pangeran yang sebut saja berinisial D-H-I-T-Y-A " ( ini mah bukan inisial odooonngg.. ) tersebut tumbuh menjadi seorang pria yang cukup menyenangkan, walaupun terkesan pendiam pada awalnya, namun semua yang sudah menjadi teman dekatnya pasti akan mengakui betapa 'bocor'-nya dia ( lo kira gw ember plastik gocengan??? ). Diapun dikaruniai wajah yang menurutnya benar-benar sungguh teramat sangat Super Ultra Hyper Deluxe ' Charming ' Climax Extreme ( yang sayangnya tak diakui siapapun...T_T ).
Ketika kecil sang Raja dan Ratu ( bukan Ian Kasela ma Maia Estianty lho. .) memasukkannya ke tingkat pendidikan paling dasar, yaitu Children's Park ( Taman Kanak-Kanak ) tepatnya di TK. Trisula, dekat sebuah pusat perbelanjaan yang bonavit di Kerajaan Town Rang, " Brand New Market " atau Pasar Anyar...
Ketika kecil sang Raja dan Ratu ( bukan Ian Kasela ma Maia Estianty lho. .) memasukkannya ke tingkat pendidikan paling dasar, yaitu Children's Park ( Taman Kanak-Kanak ) tepatnya di TK. Trisula, dekat sebuah pusat perbelanjaan yang bonavit di Kerajaan Town Rang, " Brand New Market " atau Pasar Anyar...
Selama sekitar setahun sang Pangeran menganyam-eh, mengenyam pendidikan di tempat tersebut, ia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya ( life must keep goes on, Bro ) dan memilih Basic School ( Sekolah Dasar ) di Sekolah Dasar Kerajaan 5 ( inget..ini ceritanya kerajaan, bukan negara, lho ) masih di wilayah Kerajaan Town Rang. Di sana banyak sekali hal berharga yang ia dapat, seperti ilmu baru, teman baru, pengalaman baru, namun sayangnya itu tak berarti ia bisa mendapatkan tali kolor yang baru ( What The... ) ataupun muka baru yang lebih baik ( ini mah udah nasib... And that's why they said life's cruel ! ).
Enam tahun yang dihabiskannya disana membuat hidupnya beberapa langkah lebih maju... Namun apa daya, sang waktu-lah yang memaksanya untuk segera pergi ( lulus, bukan di DO.. inget ya, bukan di DO ). First Mid School ( Sekolah Menengah Pertama ) adalah tujuan berikutnya.Setelah berunding dengan para Perdana Menteri, Patih, Ajudan, Senopati, Mantri Sunat, juga pewaris ke-8 Mak Erot... Sang Pangeran memutuskan memasuki wilayah pendidikan elite lainnya di kerajaan Town Rang, yaitu Sekolah Menengah Pertama Kerajaan 2 Town Rang...
Di tempat ini, lebih banyak hal berharga yang ia pelajari dan dapatkan selain ilmu pengetahuan. Pertemanan, sahabat, kawan seperjuangan, bahkan sampai pada cinta pertama... Ya, pada masa ini ia menemukan bentuk sebenarnya dari ' First Love '. Hal itu berawal dari sebuah kejadian tidak sengaja yang sampai saat ini pun masih dianggapnya sangat tidak masuk akal. Pada saat sang Pangeran tengah menikmati istirahat siangnya di suatu akhir pekan, seorang Putri yang entah dari kerajaan mana tiba-tiba muncul di dekatnya. Karena asyiknya sang Putri bercanda dengan teman-temannya, tanpa sengaja kaki sang Pangeran pun terinjak dan Putri tersebut jatuh tersungkur di hadapannya. Beruntung untuk sesaat kaki sang Pangeran berhasil menopang tubuh sang Putri sehingga wajahnya tidak langsung menyentuh tanah. Namun siapa sangka, bukan ucapan terima kasih yang didapatnya, sang Putri malah berucap ' Oi.. kalo nongkrong jangan ngalangin jalan dong... lo kira ni lapangan punya kakek buyut lo??? ' Sang Pangeran yang tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya hanya bisa bergumam ' Lah, yang meleng siapa? ko' gw yang di salahin? ' Agar masalahnya tidak semakin berlarut-larut, sang Pangeran segera melangkahkan kakinya dengan wajah datar yang sinis, meninggalkan sang Putri yang terlihat sedang membersihkan pasir yang menempel di kakinya dibantu oleh teman-temannya...
Namun ternyata campur tangan sang takdir tidak berhenti sampai di situ. Setelahnya, hampir setiap akhir pekan, saat sang Pangeran sedang bersantai di lapangan tersebut, sang Putri beserta teman-temannya turut serta bercanda riang di tempat itu. Sang Putri yang kemudian diketahui bernama Ai itu selalu mengambil duduk di dekat kursi san Pangeran, setelah sebelumnya memandang tajam kearahnya dengan mata yang penuh amarah. Sang Pangeran tidak pernah memperdulikannya dan biasanya ia langsung mencari kegiatan lain untuk mengalihkan pandangannya dari sang Putri yang membuatnya sebal 3/4 mati...
Begitulah seterusnya, hingga pada suatu hari, sang Putri yang mengunjungi tempat itu bersama teman-temannya terlihat larut dalam buku komik yang dibawanya pada hari itu, berjudul MAGIC KNIGHT RAYEARTH. Lalu salah satu teman sang Putri berkata dengan lantang, ' Ya ampuunnn, Ai.. lo masih aja baca tuh komik. Ampe apal gw sama tokoh utamanya, si Umi... ' Ada kesalahan dalam kalimat tersebut. Sang Putri mencoba meluruskan kesalahan temannya tersebut. Namun, sang Pangeran yang juga menyadari kesalahan dariucapan teman sang Putri lebih dulu mengeluarkan komentar, ' Eee, tokoh utamanya bukannya Hikaru ya? Yang nguasain elemen api. Kalo Umi tuh temennya yang nguasain elemen air.. ' Sang Putri dengan cepat menoleh ke arah sang Pangeran, disusul oleh teman-temannya. ' Lo baca nih komik juga? ' Tanya sang Putri seolah tidak percaya, karena komik yang dibacanya tersebut biasanya hanya dibaca oleh kaum hawa. ( Hello, katanya emansipasi,,, boleh dong!!! Kan kata Nee-chan "there's always a girl side in every man's." Lo tau ga si? Cowok yang dandan abis-abisan waktu mau nge-date juga udah bisa dibilang punya sisi feminim... Apa salahnya baca komik cewek? Toh gw ga ikut-ikutan pake' rok ). Sang Pangeran hanya menjawab singkat ' Iya.. abis ceritanya bagus, daripada Doraemon yang kantongnya ga pernah dicuci, yang ngebantuin si Nobita yang entah kapan bisa lulus SD, padahal gw aja udah mau kelas 2 SMP. ' Sang Putri dan teman-temannya pun tertawa kecil mendengar ucapan sang pangeran 'Iya juga si... Anak indonesia si, sebodoh apapun paling cuma ga' naek kelas setahun... Ga' ada yang jadi murid SD abadi kayak gitu. " timpal sang Putri. ' Oh iya, gw Rahayu Triantika Mega. Panggil aja Ai.. Nama lo siapa? ' Ucapnya sambil menjulurkan tangannya ke arah sang Pangeran. ' ***** Praditya. ' Jawab sang Pangeran. ' Oh, kalo gitu gw panggil Pi-chan aja ya ! ' Seru sang Putri. ' Hah?? ga' ada yang laen apa?? ' tanya sang Pangeran dengan nada yang kurang percaya atas apa yang baru saja didengarnya. ' Yah, tadi gw si pengen manggil lo Dhitya, tapi kan Pi-chan lebih lucu.... ' Alsannya. Sang Pangeran Hanya mampu menghela nafas panjang, ' Up to you lah... ' dengan nada yang seolah menyesali akan kelahirannya di dunia ini... Setelah kejadian tersebut, sang Pangeran dan sang Putri tetap sering bertemu di tempat yang sama. Hanya saja, saat ini sudah tidak ada kesalahpahaman lagi diantara mereka. Sang Putri yang ternyata berumur 2 tahun lebih dewasa dari sang Pangeran banyak hal mengenai pelajaran, juga kehidupan... Dalam hal ini, sang Putri memang unggul. Walaupun ia baru dua tahun hidup lebih lama di dunia ini daripada sang Pangeran, namun karena kecerdasannya sang Putri dapat mengikuti kelas akselerasi di SMP-nya hingga kini ia berada 3 angkatan di atas sang Pangeran..
Kisah mereka berjalan dengan cukup menyenangkan,,, mereka menjadi sahabat baik yang saling mengisi.
Saat isi minuman di gelas sang Putri habis, ia akan berkata ' Dhit, tolong isiin lagi dong! ' begitulah, setiap kali sang Putri memanggil sang Pangeran dengan nama Dhitya, pasti akan ada hal menyusahkan yang diminta sang Putri dari dirinya. Atau itulah yang sebelumnya dipikirkan oleh sang Pangeran. Hingga suatu hari, di tempat biasa mereka bertemu, saat melihat sang Pangeran datang, teman-teman sang Putri yang semula asyik bercanda dengannya tiba-tiba beranjak menjauh... Lalu sang Putri pun memanggil sang Pangeran ' Dhit, kesini deh sebentar...' Panggilan " Dhit " yang diucapkan sang putri di awal panggilannya membuat sang Pangeran sejenak berpikir, ' MAu apa lagi ni bocah? jangan-jangan gw mau di suruh nguras kali Cisadane... ' Namun sang Pangeran tetap melangkahkan kakinya mendekati sang Putri.. Setelah sang Pangeran duduk di sebelahnya, sang Putri menarik nafas pendek, lalu berkata ' Dhit, lo mau ga' jadi cowok gw? ' Hening.... Saat itu sang Pangeran merasa dirinya sedang berjalan-jalan di hutan tropis, bersama paus akrobatis yamg melayang-layang fantastis menuju rasi bintang paliing romantis ( oke, ga' gitu juga... ). Untuk sesaat, sang Pangeran tidak mampu berpikir.. yang terlihat darinya beberapa detik kemudian hanyalah sebuah anggukan kecil. Yupss kini sang Pangeran dan sang Putri telah resmi menjadi sepasang kekasih (ciieeee...).
Hari-hari yang indah pun mereka lalui dengan penuh suka cita. Di sekolahnya, beberapa wanita rakyat biasa yang mengidolakan sang Pangeran menyatakan perasaannya pada sang Pangeran tanpa tahu bahwa sang Pangeran telah menjalin hubungan dengan sang Putri. Yah, sebenarnya tidak seorangpun teman sang Pangeran yang mengetahui status hubungannya tersebut. Bukannya ia ingin menghindari kejaran wartawan yang setiap detik mengintainya, berusaha mencari informasi sekecil apapun tentang dirinya. Hal ini lebih disebabkan ke-tidak ingin tahuan teman-temannya yang tidak pernah menanyakan status hubungannya saat itu.
Namun saat cerita itu masih terasa indah bagi keduanya, sang takdir yang jalan pikirannya kadang susah untuk di tebak memilih untuk memisahkan mereka berdua... Sang Putri yang telah lulus SMA memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya keluar kota, dan harus meninggalkan sang Pangeran demi mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter yang handal. Sang Pangeran menerima keputusan tersebut, dan merekapun resmi berpisah. Bukan karena paksaan keadaan, melainkan karena mereka telah memilih jalan hidupnya masing-masing. Namun dalam hati sang Pangeran muncul sekelumit penyesalan karena ia tidak mampu untuk mencegah kepergian sang Putri yang sangat disayanginya itu. Bahkan ia tidak sanggup untuk sekedar mengatakan kalimat " jangan pergi " pada saat sang Putri mengutarakan niatnya tersebut. Namun hidup akan terus berlanjut, sang Pangeran menyadari bahwa ia harus terus melangkah maju ke masa depan bukan dengan penyesalan, tapi dengan hati yang kuat, yang ga' akan pernah kalah lagi. Baik oleh rasa takut, sedih, ataupun penyesalan.
Yah, itu tadi cuma sebagian kisah hidup gw yang mungkin aja kedengeran ' ga' penting '. Tapi mau gimanapun juga, gw yang sekarang bisa ada karena masa lalu itu. Ga' peduli apapun yang terjadi di hari kemarin, masa depan ga' mungkin mau nunggu lo buat bangkit lagi. Satu-satunya cara supaya lo bisa bertahan cuma dengan bangkit pake kekuatan lo sendiri. Gw jadi inget kata salah satu tokoh di film Kungfu Panda, ' Yesterday Was History Tomorrow's A Mystery But Today Is A Gift, That Is Why It Is Called The Present '. yupss,that's life... No matter where it takes you, all you can do is fight, for the whole of your life...
Namun saat cerita itu masih terasa indah bagi keduanya, sang takdir yang jalan pikirannya kadang susah untuk di tebak memilih untuk memisahkan mereka berdua... Sang Putri yang telah lulus SMA memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya keluar kota, dan harus meninggalkan sang Pangeran demi mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter yang handal. Sang Pangeran menerima keputusan tersebut, dan merekapun resmi berpisah. Bukan karena paksaan keadaan, melainkan karena mereka telah memilih jalan hidupnya masing-masing. Namun dalam hati sang Pangeran muncul sekelumit penyesalan karena ia tidak mampu untuk mencegah kepergian sang Putri yang sangat disayanginya itu. Bahkan ia tidak sanggup untuk sekedar mengatakan kalimat " jangan pergi " pada saat sang Putri mengutarakan niatnya tersebut. Namun hidup akan terus berlanjut, sang Pangeran menyadari bahwa ia harus terus melangkah maju ke masa depan bukan dengan penyesalan, tapi dengan hati yang kuat, yang ga' akan pernah kalah lagi. Baik oleh rasa takut, sedih, ataupun penyesalan.
Yah, itu tadi cuma sebagian kisah hidup gw yang mungkin aja kedengeran ' ga' penting '. Tapi mau gimanapun juga, gw yang sekarang bisa ada karena masa lalu itu. Ga' peduli apapun yang terjadi di hari kemarin, masa depan ga' mungkin mau nunggu lo buat bangkit lagi. Satu-satunya cara supaya lo bisa bertahan cuma dengan bangkit pake kekuatan lo sendiri. Gw jadi inget kata salah satu tokoh di film Kungfu Panda, ' Yesterday Was History Tomorrow's A Mystery But Today Is A Gift, That Is Why It Is Called The Present '. yupss,that's life... No matter where it takes you, all you can do is fight, for the whole of your life...

0 comments :
Post a Comment